Bungkil kopra dan pelet
Bungkil protein yang tersisa setelah minyak diperas dari kopra. Produk ini dijual berdasarkan hasil analisisnya, dan satu angka pada analisis itu bisa membuat kontainer ditolak: aflatoksin.
Kopra adalah daging buah kelapa yang dikeringkan. Setelah minyaknya diperas, yang tersisa adalah bungkil kopra — dijual sebagai tepung, bungkil atau pelet — yang dipakai dalam ransum sapi perah dan sapi potong, dan dalam porsi lebih kecil untuk pakan unggas dan ikan. Pemeletan membuatnya lebih padat dan tidak berdebu, sehingga memudahkan pengangkutan dan penanganan.
Produk ini dibeli berdasarkan protein kasar dan sisa minyak. Bungkil ekspeler diperas secara mekanis dan menyisakan lebih banyak minyak, jadi lebih banyak energi; bungkil hasil ekstraksi pelarut menyisakan lebih sedikit. Keduanya bersaing dengan bungkil biji minyak lain yang bisa dipakai pabrik pakan, dan harganya dibandingkan dengan bungkil-bungkil itu.
Aflatoksin menentukan apakah sebuah pengiriman diterima atau tidak. Aflatoksin berasal dari jamur, dan jamur berasal dari kelembapan — pada kopra sebelum diperas, dan di palka yang hangat sesudahnya. Pastikan aflatoksin dan kadar air tercantum di sertifikat analisis, dan uji di pelabuhan muat, jangan baru tahu di Karachi.
Spesifikasi
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Pos HS | 2306.50 (bungkil dan residu padat lainnya dari kelapa atau kopra) |
| Bentuk | Tepung, bungkil ekspeler, pelet |
| Kelas mutu | Ekspeler (diperas mekanis); ekstraksi pelarut |
| Spesifikasi kunci | Protein kasar %, sisa minyak %, serat kasar %, kadar air %, aflatoksin, pasir dan silika |
| Sertifikasi | Fitosanitari; fumigasi; sertifikat analisis yang mencantumkan protein, minyak, kadar air dan aflatoksin |
Kami sedang menuntaskan verifikasi pemasok untuk kelompok produk ini. Jumlah pesanan minimum, waktu proses dan pelabuhan muat kami sampaikan per permintaan. Tanyakan kepada kami, dan kami akan memberi tahu mana yang sudah kami pastikan dan mana yang belum.
Logika harga
Protein dan sisa minyak menentukan harga, dan bungkil kopra dibeli ketika lebih murah per satuan protein dan energi dibanding bungkil yang digantikannya. Kadar air dan aflatoksin menentukan apakah harga itu bertahan saat bongkar: cantumkan batas maksimum di kontrak dan uji sebelum muat. Pasokan mengikuti penggilingan kopra di Indonesia, jadi ketersediaannya bergerak bersama perdagangan minyak kelapa, bukan bersama permintaan pakan.