Geotekstil sabut kelapa
Jaring pengendali erosi yang dapat terurai secara alami. Belum ada pihak di Pakistan yang mengimpornya secara sistematis, padahal kebutuhannya sudah ada.
Geotekstil sabut kelapa — di Indonesia dikenal sebagai cocomesh — adalah jaring anyaman terbuka dari benang sabut yang dipakai untuk menahan tanah di lereng, tanggul, tepi kanal dan tebing galian sampai vegetasi tumbuh. Bahan ini terurai dalam beberapa tahun, saat sistem akar sudah mengambil alih perannya. Spesifikasinya ditentukan oleh berat per meter persegi dan ukuran bukaan jaring.
Pakistan memiliki tepi kanal, galian jalan di perbukitan dan pekerjaan lereng. Bahan ini sudah menjadi praktik standar di India, Sri Lanka dan Vietnam, tetapi hampir tidak ada di Pakistan. Bahan ini layak ditawarkan kepada kontraktor.
Spesifikasi
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Pos HS | 5311 (kain tenun dari serat tekstil nabati lainnya, termasuk sabut; pastikan pos 8 digit Indonesia dan Pakistan) |
| Kelas mutu | Berdasarkan berat per meter persegi — umumnya 400, 700, 900 g/m² |
| Spesifikasi kunci | Berat per m², ukuran bukaan jaring, kuat tarik, lebar dan panjang gulungan |
| Sertifikasi | Fitosanitari; fumigasi; sertifikat uji kuat tarik |
Kami sedang menuntaskan verifikasi pemasok untuk kelompok produk ini. Jumlah pesanan minimum, waktu proses dan pelabuhan muat kami sampaikan per permintaan. Tanyakan kepada kami, dan kami akan memberi tahu mana yang sudah kami pastikan dan mana yang belum.
Logika harga
Dihargai per meter persegi, ditentukan oleh berat per m². Jaring yang lebih berat menahan lereng yang lebih curam dan lebih mahal per meter, tetapi lebih murah per satuan lereng yang ditahan. Ongkos angkut penting karena gulungannya besar dibanding beratnya — kontainer akan penuh secara volume sebelum mencapai batas berat.